img
SITUS RESMI DPRD KABUPATEN BANDUNG

Breaking News

DPRD Setujui Raperda APBD Kab Bandung 2019

Jum’at (30 November 2018) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Gerindra H. Yayat Hidayat, SE., MM menyampaikan Laporan Hasil Kerja Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kabupaten Bandung Pembahas Raperda APBD Tahun Anggaran 2019.
Yayat Hidayat mengatakan bahwa DPRD mempunyai tugas dan wewenang membahas dan memberikan persetujuan Raperda mengenai APBD yang diajukan oleh Kepala Daerah. “ Penyusunan Raperda tentang RAPBD Kabupaten Bandung, berpedoman kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) kabupaten Bandung Tahun 2019, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Tahun 2019  serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara(PPAS) Tahun 2019. Ketiga pedoman tersebjut telah disepakati bersama antara Pemda dengan DPRD Kabupaten Bandung” ujar Yayat.
Berdasarkan hasil pembahasan bangar DPRD Kabupaten Bandung bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan mengundang seluruh Perangkat Daerah (PD) dilaporkan sebagai berikut :
a.    Pendapatan Daerah
Jumlah Pendapatan RAPBD tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp. 4.375.274.588.021,33 yang terdiri dari :
1.    Pendapatan Daerah
Jumlah Pendapatan dalam RAPBD tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp. 4.375.274.588.021,33 terdiri dari :
1.    Pendapatan Asli Daerah sebesar   Rp.    849.284.377.092,33
2.    Dana Perimbangan                         Rp. 2.427.553.262.000,00
3.    Lain-lain Pendapatan Daerah         Rp. 1.098.436.648.929,00
Mengenai PAD yang dianggarkan dalam RAPBD, harus berdasarkan perkiraan yang terukur secara rasional dan memiliki kepastian serta dasar hukum penerimanya. Selain itu tentu harus diarahkan pada Optimalisasi pendapatan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan, sesuai dengan kewenangan dan potensi yang ada serta harus ada peningkatan kordinasi dengan instansi terkait.
b.    Bidang Belanja
Jumlah belanja daerah pada RAPBD Tahun  2019 adalah sebesar Rp. 5.064.038.166 terdiri dari:
1.    Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 2.709.779.043.925,73
2.    Belanja Pegawai                              Rp. 1.993.845.471.202,90
3.    Belanja Bunga                                  Rp. 0,-
4.    Belanja Subsidi                                 Rp. 0,-
5.    Belanja Hibah                                   Rp. 86.414.875.000,00
6.    Belanja Bantuan Sosial                    Rp. 1.005.500.000,00
7.    Belanja Bagi Hasil kepada 
       Pemerintah Desa                              Rp. 43.925.293.022,83
8.    Belanja Tidak Terduga                      Rp.  10.000.000.000
9.    Belanja Langsung sebesar               Rp. 2.354.259.122.223,68 
10.    Defisit                                              Rp. 688.763.578.128,08

c.    Pembiayaan 
Jumlah penerimaan pembiayan terdiri dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun anggaran sebelumnya (Silpa) sebesar Rp. 698.763.578.128,08.
Jumlah pengeluaran pembiayaan terdiri dari jumlah penyertaan Modal / Investasi Pemda sebesar Rp. 10.000.000.000,00 Pembiayaan Netto yang merupakan selisih penerimaan pembiayaan adalah sebesar Rp. 688.763.578.128,08 sisa lebih anggaran tahun berkenaan (Silpa) Rp. 0,-

Kebijakan belanja daerah daerah kabupaten Bandung Tahun 2019 menetapkan target capaian setiap belanja, baik dalam konteks daerah, perangkat  daerah (PD) maupun program dan kegiatan. Bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas penyampaian anggaran dan memperjelas efektivitas dan efisiensi pengguna anggaran.
Kebijakan belanja daerah tahun 2019, selain diarahkan untuki membiayai prioritas pembanguan dan pelaksanaan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan Pemda, juga diarahkan untuk menunjang efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi PD, dalam rangka melaksanakan urusan yang menjadi tanggung jawabnya.

Sementara Raperda tentang penyertaan modal Pemda kepada PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung , dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta menumbuhkan kembangkan potensi daerah dalam rangka meningkatkan PAD. Yayat mengatakan pihaknya bersama Pemda menyepakati dialokasikan sebesar 10 miliar.

Raperda tentang APBD Kabupaten Bandung TA 2019 dan Raperda tentang Penyertaan Modal Pemda kepada PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung layak ditetapkan menjadi Perda “ Tutup Yayat dalam laporannya.
 Demikian informasi yang dapat kami sampaikan sebagai bahan publikasi menurut sumber yang kami terima.

(dw/er-Humas DPRD Kab. Bandung)

Trending