img
SITUS RESMI DPRD KABUPATEN BANDUNG

Breaking News

Untuk Azas Keadilan, Sistem Zonasi Harus Dikaji Ulang

Dalam waktu dekat ini sebanyak 55 anggota DPRD Kabupaten Bandung hasil pemilihan legislatif Pemilu 2019, akan segera dilantik. Salah satu caleg wanita yang akan dilantik untuk periode 2019-2024 itu adalah Hj. Neneng Hadiani, SH.

Calon legislatif patahana dari Partai Golkar ini menyatakan, setelah dilantik nanti akan mendorong di antaranya kaitan pendidikan di Kabupaten Bandung khususnya. Terutama soal sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru bagi sekolah negeri tingkat SMP dan SMA sederajat.

Menurut anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bandung ini, masalah zonasi itu harus dibenahi, karena banyak permasalahan yang timbul dari dampak sistem zonasi.

"Kami di Komisi D yang di antaranya membidangi pendidikan akan mendorong soal sistem zonasi yang banyak diperbincangkan," kata Neneng Hadiani, saat berbincang usai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, di Soreang, Jumat lalu.

Dalam membenahi sistem zonasi, tutur Nenang Hadiani, pihaknya akan melakukan koordinasi di komisi untuk kemudian mengusulkannya ke Kementerian Pendidikan.

Neneng memaparkan, perlunya untuk meninjau ulang kebijakan sistem zonasi, karena harus ada azas keadilan buat masayarakat dan memediasi masyarakat.

Dia menyayangkan, karena pemerintah dalam memberlakukan aturan sistem zonasi tidak dibarengi sarana dan prasarananya.

"Aturan tersebut  diberlakukan harus dibarengi juga dengan sarana dan prasarana, sementara riil kenyataan di masyarakat ya begitulah. Jadi serasa enggak adil anak yang berprestasi dengan sistem zonasi termakan aturan tersebut," ungkapnya.

Dia mensinyalemen, dengan sistem zonasi, berdampak pula pada kependudukan masyarakat yang berlomba untuk pindah alamat agar dekat dengan zonasi sekolah yang difavoritkan.

"Akhirnya masyarakat berupaya pindah alamat supaya dekat dengan sekolah yang divaforitkan. Ini kan ribet juga bagi pemerintah," imbuh anggota Fraksi Golkar ini.

Ia berharap, akan mendorong agar sistem zonasi dikaji ulang serta sarana dan prasarananya dibenahi.

Kaitan pemilihan caleg pada Pemilu serentak 2019 lalu, ia mengatakan, dengab disatukan pileg dan pilpres, luar biasa berat sekali. Meski lolos jadi anggota dewan, namun raihan suara menurun daripada Pemiku 2014. Itu karena persaingan cukup ketat serta banyak caleg yang tidak fair mematuhi aturan pemilu.

"Padahal saya secara pribadi dan kelembagaan sudah menyalurkan aspirasi masyarakat, kudu kamahanya, kita ngaping dan mengawal, karena patahana banyak program, otomatis harus ekpos pada masyarakat,  memberikan kepercayaan masyarakat secara persuasif dengan adanya aspirasi atau apa pun, eh tapi suara menurun," katanya.

"Tapi alhamdulillah bersyukur karena takdir Alloh serta berkat kepecayaan masyarakat dan dorongan orangtua. Harus bersyukur bisa kembali dipercaya untuk menjalankan amanah," tuturnya.

Neneng Hadiani mengaku, selama di dewan pihaknya selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat, juga merespon masyarakat  ketika membutuhkan apa yang diperlukan.

"Seperti ketika masyarakat membutuhkan perbaikan jalan atau apa kita dorong. Kita harus respon pada mereka," katanya.

sumber:deddy-wibawanews

Trending