img
SITUS RESMI DPRD KABUPATEN BANDUNG

Breaking News

DANA DESA JANGAN HANYA UNTUK MEMBANGUN GEDUNG DESA

dana-desa-jangan-hanya-untuk-membangun-gedung-desa

DANA DESA JANGAN HANYA UNTUK MEMBANGUN GEDUNG DESA

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daeràh (DPRD) Kabupaten Bandung, Ir. H. Anang Susanto M.Si., meminta pembangunan harus dinikmati oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Bandung, karena itu dalam program pembangunan harus benar-benar mempertimbangkan dan memperhitungkan derajat prioritas.

Hal itu disampaikan Anang Susanto menanggapi besarnya dana desa (DD) dan Anggaran Dana Perimbangan Desa (ADPD), yang dialokasikan untuk seluruh desa di Kabupaten Bandung.

Anang Susanto berharap, dana desa itu jangan sampai hanya dipakai membangun gedung desa. Karena itu, akan jadi salah manakala kepentingan masyarakat yang harus diprioritaskan belum dilaksanakan.

"Prioritasnya masyarakat dulu baru setelah itu yang lain-lain," pinta Anang Susanto, usai  Sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 93 Tahun 2018 Tentang ADPD dan Perbup Nomor 94 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian DD, yang diselenggarakan Dinas  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung di Gedung Mohamad Toha, Kamis (24/1/2019).

Dalam mengelola dana desa, kata Anang, perlu sumber daya manusia perangkat desa yang baik. Namun untuk Kabupaten Bandung, SDM di desa sudah cukup baik, karena sudah ada pengarahan, semacam bimbingan teknik (bintek).

"Itu sudah dilaksanakan, sudah ada pengarahan bagaimana mengelola dana agar sesuai aturan, efektif dan efisien," kata Anang.

Anang mengatakan, salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki desa dalam mengelola anggaran itu harus ada RPJMDes (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa).

"Makanya saya sampaikan salah satu syarat mutlak harus dimiliki desa  itu harus ada RPJMDes karena ketika RPJMdes itu ada, anggaran yang ada tinggal mengikuti pertahunnya mau digunakan untuk apa," tutur Anang.

Mengenai pengawasan pengelolaan dana desa, menurut Anang, selama ini sudah berjalan dengan baik, berjalan semestinya.

"Namun manusia tidak ada yang sempurna pasti ada bagian yang harus disempuranakan dari hari ke hari, dari watu ke waktu. Mudahan-mudahan dengan sistem pengawasan yang meningkat akan berjalan mencapai keoptimalan sesuai yang diinginkan," imbuh Anang

Anang berharap, dengan penambahan dana desa sekitar Rp300 miliar lebih yang  bergulirnya ke desa segala pembanguanan yang terkait dengan kepentingan masyarakat bisa selaras dan terbangun. Kaitan apakah dana desa itu sudah cukup maksimal, menurut Anang, itu relatif karena dana desa tidak sama. Berkisar  yang paling kecil sekitar Rp1,7 miliar dan terbesar  sekitar Rp3,5 miliar, bergantung kondisi daerah masing-masing desa.

sumber : deddyra-wibawanews

Trending