img
SITUS RESMI DPRD KABUPATEN BANDUNG

Breaking News

DPRD Kabupaten Bandung Minta Pemerintah Perbanyak Kolam Retensi

dprd-kabupaten-bandung-minta-pemerintah-perbanyak-kolam-retensi

Kalangan DPRD Kabupaten Bandung mendesak pemerintah pusat maupun Pemkab Bandung untuk memperbanyak pembuatan kolam retensi, embung atau folder. Keberadaan kolam retensi seperti di Cieunteung Baleendah terbukti membuat genangan banjir tidak terlampau tinggi dan cepat surut.

Desakan itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar, di ruang kerjanya, Kamis 31 Januari 2019. Desakan juga diutarakan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Tedi Surahman dan anggota DPRD Kabupaten Bandung Thony Fathony, ketika ditemui secara terpisah.

Menurut Cecep, pogram tol air yang dibuat Pemkot Bandung di Gedebage dan Jln. Pagarsih maupun yang dibangun pemerintah pusat di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, harus dievaluasi efektivitasnya. "Karena adanya tol air memberikan pengaruh dampak negatif dengan makin tingginya genangan banjir di Kabupaten Bandung," ujarnya.

Seharusnya pemerintah maupun swasta memperbanyak pembuatan kolam retensi, folder atau situ termasuk menghidupkan kembali situ yang sudah lama tak diurus sebelum membuat tol air.

"Kebijakan tol air sepertinya bagus, tapi air dari satu tempat mengalir deras ke tempat lain khususnya di Kabupaten Bandung sebab semua aliran air memang mengarah ke Sungai Citarum di wilayah Kabupaten Bandung," katanya.

Sedangkan Tedi Surahman menyatakan, sebaiknya perlu ada upaya menghidupkan kembali situ maupun membangun folder atau embung baik di Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Cimahi, maupun Kabupaten Bandung. "Sehingga air dari daerah atas wilayah cekungan Bandung tidak langsung ke Sungai Citarum melainkan disimpan dulu di folder atau situ. Dulu banyak situ di Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang, tapi kini sudah tak ada lagi," ujarnya.

Mengurangi kondisi banjir

Adanya kolam retensi Cieunteung, kata Tedi, cukup berpengaruh terhadap kondisi banjir di wilayah Baleendah, meski belum berdampak untuk mengurangi banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.

"Genangan banjir di wilayah Baleendah tidak setinggi biasanya dan cepat surut, tapi banjir di Kecamatan Dayeuhkolot belum berkurang. Seharusnya di wilayah Dayeuhkolot juga dibangun kolam retensi seperti di Kp. Leuwi Bandung," ujarnya.

Sementara Thony mengatakan, pembuatan folder, situ, embung, atau kolam retensi harus diperbanyak yang dibuat pemerintah maupun perusahaan swasta untuk kecamatan-kecamatan langganan banjir.

"Banyak manfaat dengan adanya folder karena air tidak semuanya lari ke Sungai Citarum melainkan disimpan di folder. Air ini bisa dipakai untuk mengairi pertanian, kolam ikan, maupun kebutuhan air buat industri dan air baku PDAM," katanya.

sumber : pikiran-rakyat.com (sarnapi)

Trending